Cintaku Nyangkut di Asrama Sebelah [PART 3]

Xiumin dan Luhan tersenyum bersama. Namun masih ada sesuatu yang mengganjal dihati cowok bernama asli Kim Minseok itu. Faktanya bahwa gadis yang ditaksir Luhan itu adalah temen SD nya Xiumin. Pas mau masuk SMP, Rinchan pindah ke Busan dan saat SMA dia balik lagi ke Seoul. Xiumin pun gak nyangka kalau Rinchan balik lagi ke Seoul. Dan sebenarnya ada kenangan tersendiri antara mereka berdua yang membuat Rinchan kayanya benci banget sama Xiumin.

FLASHBACK

“Kim Minseok! Tunggu aku!” panggil seorang gadis kecil.

Yang dipanggil hanya mendengus kesal. Apa lagi sih, ujarnya dalam hati. Ia menoleh.

“Minseok, aku ada bawa sesuatu buat kamu” Rinchan menyerahkan kotak bekalnya pada Xiumin. Xiumin hanya terdiam sambil menatap kotak itu.

Ia mengambilnya lalu membuang kotak itu. Mata Rinchan berkaca-kaca, ternyata usahanya sia-sia. Dia rela bangun pagi hanya untuk memasak bekal itu. Tapi ternyata Xiumin tidak menghargai usahanya.

“Minseok kok kamu jahat sih, aku tuh capek tau gak!”

“Capek? Tidur aja sono. Siapa suruh bawa bekal segala buat gue, gue tuh ga perlu bekel dari lo tau gak!”

“Minseok jahat! Aku benci sama kamu! Benci banget!”

“Pergi sana, jangan muncul lagi di hadapan gue” usir Minseok.

“Oke, aku gak bakal muncul lagi di hadapan kamu. Besok aku pergi kok sebenernya bekal ini tuh sebagai tanda perpisahan aku sama kamu. Tapi kamunya selalu gitu sama aku, ga pernah ngehargain usaha aku. Selamat tinggal”

Rinchan meninggalkan Minseok sendirian, Minseok dia mematung. Dia sadar kalau selama ini kasar banget sama Rinchan. Rinchan selalu sabar ngadepin dia. Dan, penyesalan memang selalu datang belakangan.

END FLASHBACK

Sampai sekarang Xiumin alias Minseok masih ngerasa bersalah sama Rinchan. Dia berharap dapat kesempatan buat minta maaf sama itu cewek. Dia bingung nentuin waktu yang tepat buat itu. Niatnya sih pengen nekat kaya yang dia saranin ke Luhan. Tapi dia ga pengen nyari mati sama twin Agung Hercules. Xiumin pun akhirnya galau dan dia showeran di toilet sekolah tapi dia gak mecahin kaca kaya di mv haru-haru Bigbang (gue ga ngelawak oke).

***

‘Sialan emang itu Xi Luhan, berani ngincer Rinchan. Awas aja gue abisin dia’ gumam seseorang.

“Himchan! Ayo kita balik, masih betah lo di kelas? Gue sih kagak. Bye” kata Yongguk.

“Yongguk kampret! Tunggu gua nyet”

Himchan mengambil tasnya lalu menyusul Yongguk.

.

.

.

“Bro, lu tau Luhan kan? Temen sekelas gue itu loh yang ganteng itu tapi gak lebih ganteng dari gue” tanya Himchan.

“Oh yang campuran Sunda-China itu kan?”

“Iya, masa dia mau ngedeketin Rinchan gue” adunya.

“Rinchan mantan lo itu? Kayaknya lu protective banget sama mantan sendiri, dia kan mantan lo nah gapapa aja kali kalo dia ada yang ngedeketin”

“Tapi gue masih sayang banget sama Rinchan, Guk!”

“Guk guk lo kata gue heli apa” Yongguk memutar matanya.

“Errr, GUK POKOKNYA GUE GAK MAU ADA YANG NGEDEKETIN RINCHAN!”

“Iye dah serah lu”

***

Waktu berputar dengan cepat, tak terasa sudah hari sabtu. Hari sabtu alias malam minggu. Para cowok di asrama berlomba-lomba ngapelin anak cewek asrama sebelah. Guru-guru di situ pun tak mau kalah-_-

Pak Eunhyuk berniat untuk mengajak bu Hyorin malam mingguan. Semoga engga ditolak, begitu doa pak Eunhyuk.

“Bidadariku, tau gak ini hari apa?” pak Eunhyuk mulai melancarkan serangannya (lo kata perang).

Bu Hyorin masih acuh tak acuh dengannya. “Hari Sabtu, so?”

“Hari Sabtu malam apa hayo”

“Malam Minggu, kenapa?”

“Kita jalan yuk, Bu”

“Jalan? Nge-date maksud lo? Sorry, gak level. Kita beda kasta ewh” bu Hyorin pun langsung keluar dari ruang guru.

“Yah gagal maning”

Setelah keluar dari ruang guru, bu Hyorin ngedumel ga jelas. Ya dia sebel banget sama pak Eunhyuk karena gak bosen ngedeketin dia.

“Bu Melon, apa kabar bu?” tanya Chen.

“Baik baik aja” jawab bu Hyorin.

“Aduh si ibu, kok cemberut gitu? Nanti makin jelek loh”

“Apa?!”

“Eh maksud saya nanti cantiknya hilang hehehe” Chen menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Guru bohay itu senyam-senyum gak jelas. Lalu ia berkata, “Jalan sama saya yuk”

“APAAAA?!!!” Chen membulatkan matanya. Ia tak percaya diajak jalan sama guru terbohay di situ.

“Mau yaaaaa”

***

“Anjrit gue diajak malam mingguan sama bu melon” keluh Jongdae alias Chen.

“HAH?!” kedua bopung itu (re: BaekYeol) melongo gak percaya. “Kok bisa?” Chanyeol tak percaya.

“Mana gue tau, gue juga gak ngerti”

“Mungkin gara-gara lo sering bercandain guru itu mungkin dia ngerasa jatuh cinta sama lo” celetuk Baekhyun.

“Masa iya guru suka sama muridnya” Chen tak percaya.

“Kan bisa aja” ucap seorang Byun Baekhyun sambil mengaduk-aduk es teh manisnya.

“Aduh gawat nih. Untung aja tadi gue langsung kabur, ga gue jawab dah itu ajakan ibu melon”

“HAHAHAHAHAHA” tawa kedua duo bupong alias BaekYeol.

***

Luhan merenung di kamarnya, Ia harus nekat manjat tembok itu supaya bisa ngajak Rinchan jalan. Ia pun mengambil jaket dan topinya.

“Han, lo mau kemana?” tanya Baekhyun.

“Ada urusan”

Luhan menoleh  memastikan keadaan aman. Jujur saja Ia takut ketahuan kembaran Agung Hercules. Tapi ini yang namanya pengorbanan. Luhan langsung memanjat tembok itu dengan bantuan tangga.

“Akhirnya” gumam Luhan. Luhan terlihat seperti pencuri, mengendap-ngendap di kegelapan malam.

“Aduh gue kan gak tau kamar Rinchan yang mana” rutuknya. Tiba-tiba lewat seorang perempuan berambut blonde, Ia pun menghampiri orang itu.

“Permisi, saya Xi Luhan anak asrama sebelah. Kamar Park Rinchan yang mana ya?”

Perempuan itu heran. “Park Rinchan? Itu kamarnya” Ia pun menunjuk sebuah pintu di depan mereka.

“Terimakasih” Laki-laki itu membungkukan badannya sedikit begitu pun dengan perempuan itu.

TOK TOK TOK

Terdengar suara pintu dibukakan.

“Dasom? Rinchan ada?” Tanya Luhan.

“Ada kok, bentar ya gue panggilin dulu”

Tak lama kemudian, keluar lah gadis pujaan seorang Xi Luhan.

“Ada apa ke sini?” Rinchan heran.

“Aku mau ngajak kamu jalan, boleh?” ucap Luhan tanpa basa basi.

“Hm, boleh kok.  Bentar ya aku ganti baju dulu”

Luhan mengepalkan tangannya lalu tersenyum senang. Tidak sia-sia juga usahanya.

***

“Ngomong-ngomong tadi kamu masuk lewat mana? Jangan bilang manjat tembok itu?”

Luhan menggaruk kepalanya. “Sebenernya sih iya hehehehe”

Rinchan ikut tertawa. “Kok kamu tau kamar aku? Nanya ke siapa?”

“Itu loh sama cewek yang rambutnya panjang di blonde. Dia tadi keluar dari kamar di samping kamu” jelasnya.

“Oh sama kak Hyoyeon”

“Hyoyeon?”

“Iya itu kak Hyoyeon, dia itu jago loh dancenya”

“Wah, sama kaya Jongin dong. Kalau di aku yang jago dance itu Kim Jongin”

Akhirnya tidak ada kecanggungan lagi di antara keduanya. Mereka melewati malam minggu itu dengan penuh canda dan tawa. Luhan terlihat semakin nyaman bersama Rinchan, begitu pun sebaliknya. Tapi, diam-diam ada yang tidak suka dengan kedekatan mereka.

Orang itu mengepalkan tangannya. “Awas kau Xi Luhan!” Ia pun pergi dengan mobilnya.

***

Luhan mengantarkan Rinchan sampai depan asrama .

“Makasih, Han”

“Sama-sama, hm..” Luhan tiba-tiba memeluk Rinchan dan mencium keningnya. “Jalja~” ucapnya.

Rinchan mematung. Ia tak menyangka. Setelah Luhan pergi, Ia secara tak sadar memegang keningnya. Lalu tersenyum.

Luhan tak sadar bahwa ada yang mengikutinya. Laki-laki itu merasa tengkuknya merinding, Ia mengusap tengkuknya dan melihat ke belakang. Tidak ada apa-apa, gumamnya. Saat ia berbalik, tiba-tiba sudah ada dua orang di depannya.

“Xi Luhan? HAHAHAHA” tawa orang itu.

“Ki…Ki…Kim Himchan! Mau apa kau?”

“Hahaha, ini konsekuensi karena kau mendekati Rinchan”

“Apa?” Luhan masih tidak mengerti.

“Yongguk, cepat habisi dia”

Yongguk pun memukul Luhan. Cowok cantik itu mencoba untuk melawan namun Yongguk bukan lawan yang mudah untuknya.  Yongguk memukul perut Luhan dengan keras sehingga darah keluar dari mulutnya. Lalu wajahnya. Himchan hanya tertawa puas melihat keadaan itu.

Setelah merasa puas, mereka berdua meninggalkan Luhan sendirian di situ. Pria bermarga Xi itu mencoba untuk berdiri namun Ia tidak kuat akhirnya Ia tumbang. Sampai pak Jongkook menemukan Luhan tergeletak di tanah.

“YA! XI LUHAN! ADA APA?” Ia pun menggotongnya dan membawa Luhan ke klinik sekolah.

***

Luhan mengerjapkan matanya. Ia berada di mana? Di sampingnya sudah ada pak Jongkook dan gengges (BaekYeolChen).

“Luhan! Lo kenapa bisa babak belur begini?” panik Baekhyun.

Luhan mencoba bangun tapi kepalanya terasa pusing.

“Sudah jangan ditanya dulu, dia baru siuman” kata bu Sunny. Bu Sunny adalah pengelola klinik di sekolah mereka.

“Baekhyun, Chanyeol, Chen. Lebih baik kalian kembali ke kamar masing-masing. Luhan biarkan berada di sini bersama saya dan bu Sunny.

Mereka bertiga mengangguk lalu membungkuk dan pergi dari tempat itu.

“Besok bapak akan mencari pelakunya dan kamu lebih baik beristirahat dulu sampai keadaanmu pulih.

Luhan pun kembali memejamkan matanya.

***

“Gue penasaran siapa yang bikin sohib gue babak belur gitu. Awas aja gue hajar ntar orangnya” ujar Baekhyun.

“Elah omdo aja lu, sok jagoan huh” kata Chanyeol.

Tiba-tiba mereka mendengar percakapan dua orang.

“Gawat nih kalo ketahuan kita bakal berurusan sama pak Jongkook”

“Salah lo sendiri sih ngerencanain ginian, gue juga kan kena soalnya gue yang mukul Luhan ampe babak belur gitu”

“Rekam hoy rekam” bisik Chen. Baekhyun dengan gesit mengambil hpnya lalu merekam percakapan Yongguk dan Himchan.

“Gimana nih kalo kita ketahuan mukul Luhan?”

“Kita? Lo aja kali gue engga”

“Ah elu, coba aja gue gak iya-in pasti gue ga was-was nih”

“Was-was? Infotainment keles”

“Gue serius pea!”

“Gue duarius”

“Tigarius!”

“Empatrius!”

“Buset, ngelawak tuh dua cecunguk?” Chen memutar bola matanya.

“Udah lah lo tenang aja, kita ga bakal ketahuan!” Himchan meyakinkan Yongguk.

“Bentar lagi bakal ketahuan elah dasar pea” gumam Chanyeol.

Kedua cecunguk alias Himchan dan Yongguk, meninggalkan tempat itu. Trio gengges tersenyum lega karena mereka mendapatkan bukti siapa pelaku pemukulan Luhan bukan pelaku pemerkosaan ye.

***

Dua hari kemudian…

“Pak, kami tahu siapa yang memukul Luhan” ucap Chen. “Baek, puter rekamannya!”

Baekhyun pun memutar rekaman suara Himchan dan Yongguk.

Pak Jongkook manggut-manggut. Lalu Ia berkata, “Terimakasih, tenang saja bapak sudah memikirkan hukuman yang pas untuk mereka berdua. Tapi sebelumnya bapak ingin memberitahu Kepala Sekolah karena ini menyangkut nyawa seseorang. Untung saja Luhan masih bisa selamat kan”

“Pak, kami permisi dulu ya” pamit trio gengges.

***

“Chan! Luhan itu….” Kata Dasom

“Luhan kenapa?”

“Dia pas hari Sabtu malam dipukul terus babak belur”

“Lo tahu dari siapa?”

“Dari Baekhyun. Kasian banget dah wajah tampannya jadi bonyok” ucap teman sekamar Rinchan itu sambil menerawang.

Rinchan terlihat sedih. Ia harus menghubungi Luhan. Gadis bermarga Park itu mengotak-atik handphonenya.

“Yeoboseyo.. Luhan?”

“N…ne”

“Kau baik-baik saja? Aku dengar kau babak belur”

“Aku baik-baik saja kok”

Bahkan dalam keadaan begitu Ia masih bisa bilang baik-baik saja? Benar-benar, pikir Rinchan.

“Beristirahat lah, ya sudah aku tutup ya. Bye”

***

Udahan ye gue capek. Oke bye

Gambar

Gambar

Gambar <– Tersangka pemukulan Xi Luhan bukan tersangka pemerkosaan ya karena Yongguk masih normal. Tq<3 sarangek

Advertisements

About jeong96

Seorang pelajar. Fangirl. Multifandom. Biasnya banyak. Sedang dalam tahap menuju remaja labil.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s