Love and Friendship

“Yak! Myungsoo. Menyapunya yang benar, masa begitu saja tidak bisa,” protes Suzy.

“Maaf, kan aku jarang menyapu hehe,” jawab Myungsoo sambil nyengir onta.

Suzy pun mengumpat dalam hati. Pagi ini mereka lagi-lagi mendapatkan hukuman karena terlambat. Bahkan guru BP pun sudah sangat hapal dengan mereka berdua. Suzy dan Myungsoo sudah menjadi langganan murid yang terlambat.

“Capek sekali,” keluh Suzy.

“Ini,” Myungsoo menyodorkan sekaleng soft drink. Suzy pun menerimanya, ia membuka penutup kaleng itu.

“Terimakasih, Myung. Kau tidak minum?”

“Ah, aku tidak haus jadi nanti saja,” bohong Myungsoo. Sebenarnya dia sangat haus dan soft drink itu satu-satunya yang ia punya tapi ia merelakannya untuk Suzy.

Gadis itu meminum soft drinknya sampai habis lalu membuang kalengnya ke tempat sampah (yaiyalah masa sembarangan)

***

Myungsoo dan Suzy semakin lama semakin dekat, mereka bahkan lebih dekat dari sebelumnya. Bahkan banyak yang iri dengan kedekatan mereka.

“Myungsoo, kau lihat mereka? Mereka menatapku dengan tatapan ‘aku-akan-memakanmu-suzy’ seperti itu. Ah, sepertinya mereka fansmu,” tutur Suzy.

Myungsoo mengedarkan pandangannya, “Kau tidak usah takut Suzy, selama ada aku tidak akan ada yang berani ‘memakanmu’,”

Suzy tersenyum.

Teeet.. teeet. (bel gagal)

“Bel sudah berbunyi, ayo kita masuk,” ucap Suzy sambil menggandeng tangan Myungsoo.Tapi, orang yang digandeng masih berada di tempat duduknya.

Gadis berparas manis itu heran, lalu ia tersadar dan melepas gandengannya. “Ah maaf,”

Lelaki itu mengangguk lemah. Sebenarnya ia berharap Suzy tidak melepaskannya. Kali pertama Suzy bersikap seperti ini padanya.

Akhirnya, kedua sahabat itu pun berjalan beriringan menuju kelasnya.

***

Siapa yang tahu. Karena kedekatan mereka itu, Myungsoo mulai menyukai Suzy. Ah, tidak. Tapi cinta. Entah kapan ia harus memberitahu perasaannya ini pada gadis bermarga Bae itu. Ia tidak ingin merusak persahabatan mereka.

“Hey, kok melamun?” tanya Suzy.

“Ah? Tidak kok, hehe.”

“Hm, kan sebentar lagi kita mau kelulusan. Kau ingin melanjutkan kemana?”

“Aku? Hm,” lelaki bermarga Kim itu berpikir. “Amerika Serikat mungkin, aku ingin sekali kuliah disana,” lanjutnya.

“Amerika? Jauh sekali,”

“Kalau nona Bae Suzy?”

“Aku di Seoul saja, kau kenapa ingin kuliah di Amerika? Kan di Seoul juga bagus.”

“Kenapa? Hm… Aku tidak tahu kenapa. Doakan saja semoga aku bisa kuliah di sana ya.”

Suzy cemberut. “Kalau kau benar-benar kuliah di sana, aku bagaimana?”

“Kau kan punya banyak teman jadi tak usah khawatir. Jangan cemberut seperti itu nona Bae, kau jadi semakin jelek.” Ejek Myungsoo seraya mengacak rambut Suzy.

“Yak!” protesnya. “Sini kau Kim Myungsoo!”

Dan akhirnya terjadi kejar-kejaran diantara mereka.

***

Ujian kelulusan sudah diadakan sebulan yang lalu dan kini semua siswa-siswi Annyang High School berkumpul untuk pengumuman kelulusan mereka. Gadis manis itu ikut berdesak-desakkan di depan mading sekolah.

“Bae Suzy… Bae Suzy… Mana Bae Suzy? Kok tidak ada ya?” Gadis itu sempat berputus asa.

“Yeah! Aku lulus!” Suzy berjingkrak-jingkrak ria dan mendapat tatapan aneh dari teman seangkatannya. Jarinya pun membentuk peace sign. “Maaf aku terlalu bersemangat.”

Ia pun keluar dari kerumunan itu dan mencari seseorang. Siapa lagi kalau bukan seorang Kim Myungsoo.

“Myungsoo!” panggilnya.

Yang dipanggil pun menoleh dan menatapnya dengan tatapan ‘ada-apa-memanggilku’.

“Aku lulus! Nilanya juga lumayan, aku bisa masuk universitas idamanku!” seru Suzy.

Myungsoo tersenyum. “Selamat! Aku juga lulus dengan nilai memuaskan.”

“Sombong sekali kau.” Suzy menepuk pundak Myungsoo.

“Acara kelulusan akan diadakan lusa. Kau ingin menyumbangkan lagu?” tanya Myungsoo.

“Hmm.. boleh juga” Ia mengetuk telunjuknya di dagu.

“Oke. Kalau gitu aku bilang ke wali kelas ya.”

“Oke.” Suzy mengacungkan jempolnya.

Myungsoo tersenyum lalu mengacak rambut Suzy. ‘Anak manis’ ucapnya dalam hati.

***

Graduation Day

“Sekarang saatnya hiburan. Nah, kita akan dihibur oleh seorang gadis cantik nih. Dia adalah…. Bae Suzy yeeee. Bae Suzy, ayo naik ke atas panggung.” Ucap MC.

Mendengar namanya dipanggil, ia pun segera melangkahkan kakinya dengan sedikit gugup. ‘Kau pasti bisa Suzy!’ ia menyemangati dirinya sendiri.

Setelah berada di atas panggung, ia pun mengambil microphone.

“Saya akan membawakan lagu berjudul Goodbye Summer. Lagu ini saya persembahkan untuk sahabatku Kim Myungsoo.”

Lagu mulai mengalun.

I remember when we were yelled at for talking in the halls
I don’t know why it was so fun even when we were being punished
After that day (yeah yeah) we always (yeah yeah)
Stuck together like the Astro twins, you were me and I was you

You cried so much on the day before graduation
You held it in firmly since you’re a guy
Just like that hot summer when we couldn’t say what we wanted, goodbye

Sesekali Suzy melirik Myungsoo yang berada tak jauh dari tempatnya saat ini.

The friend label is a label that I got to hate
The feelings I’ve hidden still remain as a painful secret memory
The photos that can’t define our relationship is a heartbreaking story
I’m sorry, summer, now goodbye, yeah

Myungsoo terlihat menikmati suara Suzy. Begitu indah, pikirnya. Kenapa lagu ini begitu menyindirnya? Ayolah Suzy, kau begitu pintar memilih lagu.

What do I say, we didn’t have to play no games
I should’ve took that chance, I should’ve asked for you to stay
And it gets me down the unsaid words that still remain
The story ended without even starting

Your song on the last day of the school festival, the flickering summer sea
Our feelings that were precious because we were together
Like the deepening night sky, goodbye

The friend label is a label that I got to hate
The feelings I’ve hid still remain as a painful secret memory
The photos that can’t define our relationship is a heartbreaking story
I’m sorry, summer, now goodbye, yeah

Baby oh no oh oh
I’m sorry that this is a monologue
Oh, actually, I love you, yeah
If only our long-time hidden secrets were revealed
I would hold you in my arms

The friend label is a label that I got to hate
The feelings I’ve hid still remain as a painful secret memory
The photos that can’t define our relationship is a heartbreaking story
I’m sorry, summer, now goodbye, yeah

The friend label is a label that I got to hate
A heartbreaking story, I’m sorry, summer, now goodbye, yeah

Ia pun mengakhiri lagunya. Semua orang bertepuk tangan setelah Suzy bernyanyi. Banyak dari mereka yang tidak tahu kalau Suzy memiliki bakat dalam bernyanyi dan yang mengetahui ini hanya Myungsoo dan keluarganya tentu saja.

Suzy sesekali tersenyum sambil mengedarkan pandangannya. Matanya berhenti pada sosok lelaki itu –Kim Myungsoo.

Lagu itu memang benar mewakili perasaannya saat ini. Ia sadar bahwa ia mulai jatuh cinta pada Myungsoo. Perhatiannya selama ini. Kim Myungsoo benar-benar telah membuatnya gila. Mereka bertatapan selama beberapa menit.

***

After Graduation Day (Incheon Airport)

“Myungsoo, kau benar-benar akan meninggalkanku?”

“Suzy, kau kan ingat kalau ini impianku. Aku benar-benar tidak menyangka kalau aku mendapatkan beasiswa. Jaga baik-baik dirimu, kalau ada waktu aku pasti akan balik ke Seoul lagi.”

Suzy menangis.

“Kau tahu? Kalau aku selama ini menyimpan perasaan padamu. Aku jatuh cinta padamu. Tapi, aku tidak ingin merusak persahabatan kita. Persahabatan yang selama ini kita jalin. Aku yakin.. kau pasti akan mendapatkan seorang pria yang lebih baik dariku.” Myungsoo menghela napasnya.

“Yang lebih perhatian dariku dan juga tidak menyebalkan.” Lanjutnya.

“Myungsoo. Tidak ada yang lebih darimu. Aku… juga mencintaimu.” Ungkap gadis itu.

Tak lama, terdengar suara pemberitahuan. Myungsoo benar-benar harus meninggalkan Suzy.

“Suzy… Aku berangkat ya.” Pamitnya.

“Myungsoo! Tunggu!”

Suzy menghampiri Myungsoo lalu memeluknya dari belakang. “Aku akan menunggumu. Ingat itu.”

Myungsoo membalikkan badannya dan mencium kening Suzy. “Aku pegang janjimu, Bae Suzy.”

***

10 tahun kemudian…

“Dokter Bae, apa kau tidak ingin mencari pasangan hidup eoh?” tanya seseorang.

“Suami maksudmu?” Dokter Bae tertawa renyah. “Aku belum memikirkannya…” lanjutnya.

“Apa kau menunggu sesuatu?”

“Eoh?” Sekelebat memori masa lalu berputar layaknya sebuah film. Kim Myungsoo. Nama itu.

“Menunggu siapa dokter Bae?”

“Sahabat SMA ku.” Jawabnya sambil tersenyum.

“Pacar atau sahabat?” goda orang itu.

Suzy terlihat sedang berpikir. “Hm, saya pulang duluan ya.”

“Baiklah, dokter Bae.”

***

Mobil sedan putih itu berhenti di sebuah taman. Seorang wanita cantik keluar dari mobil itu.

“Sudah sepuluh tahun sejak kepergianmu, Myung. Aku begitu merindukanmu.”

Tiba-tiba, seseorang menepuk pundaknya. “Bae Suzy?” tanya orang itu. Suzy menoleh. Ia merasa sangat familiar dengan lelaki berkacamata hitam ini.

“Aku Kim Myungsoo. Senang bertemu denganmu lagi nona Bae.” Myungsoo membuka kacamatanya.

“Eoh? Ah. Kim Myungsoo!” Suzy tersadar. Mereka saling berpelukkan. Saling melepas rindu selama sepuluh tahun ini.

“Ah! Aku lupa mengenalkanmu pada anakku.”

Jleb.

Anak? Pikir Suzy. Jadi, dia sudah berkeluarga?

“Suzy, ini Samuel anakku. Samuel ini tante Suzy, sahabat ayah semasa SMA dulu.” Myungsoo menyuruh seorang anak lelaki untuk bersalaman dengan Suzy.

Suzy menjabat tangannya. “Senang bertemu denganmu Samuel.” Ia tersenyum. Senyum yang dipaksakan sebenarnya.

“Tante Suzy cantik ya.” Puji Samuel.

“Iya nak, dia ini memang cantik tapi dia jones loh hahaha.”

“Jones itu apa yah?” Samuel heran. Suzy tertawa lalu mencubit pinggang Myungsoo.

“Kau ini ada-ada saja. Kapan kau balik ke Seoul?”

“Sudah dua hari yang lalu. Sebenarnya aku tak sengaja ke sini karena ingin mengajak Samuel jalan-jalan. Kau sendiri?”

“Nostalgia.” Ucapnya lirih.

“Yeobo.” Panggil seseorang. Semua pun menoleh.

“Ibu!”

“Ah! Suzy, ini istriku Seohyun.”

“Hai, aku Seohyun. Sahabat Myungsoo kan? Aku banyak melihat foto kalian berdua di album kelulusan Myungsoo. Sepertinya kalian sangat dekat sekali ya.” Jelas Seohyun.

Wanita bermarga Bae itu hanya mengangguk dan tersenyum tipis.

“Ayah. Ayo pulang, Samuel capek.” Rengek Samuel.

“Suzy, maaf ya aku harus pergi dulu. Ini nomor teleponku.” Myungsoo menyerahkan sebuah kartu padanya.

Ia masih tersenyum tipis. Lama kelamaan sosok Myungsoo menghilang. Ia pun mendesah. Kenapa nasibnya bisa semiris ini? Sudah sepuluh tahun menunggu, ternyata? Dia malah menikah dan sudah berkeluarga.

Benar-benar miris hidupmu, Bae Suzy.

 

END

Aduh ini bikin ff nya ngebut =_= maaf kalo jelek. Mumumu dari xyzsungyeol. maaf kalo ada typo -3- gue ga ahli bikin ff kek gini mumumu.

Advertisements

About jeong96

Seorang pelajar. Fangirl. Multifandom. Biasnya banyak. Sedang dalam tahap menuju remaja labil.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s